Shalat Tarawih (تراويح) adalah salah satu amalan terindah di bulan Ramadan. Setiap malam, shalat ini menyatukan jutaan jamaah di masjid-masjid seluruh dunia. Pada tahun 2025, 76% Muslim berencana melaksanakannya secara berjamaah — naik dari 51% pada tahun 2022 (CrescentRating / Muslim Ad Network, 2025). Kenaikan 25 poin ini mencerminkan kebangkitan spiritual yang luar biasa di kalangan umat Islam global.
Baik Anda sudah lama menjalankan Tarawih maupun baru pertama kali, panduan ini menjawab semua pertanyaan Anda. Jumlah rakaat, tata cara di masjid, shalat di rumah, hingga shalat Witir penutup — semuanya dijelaskan di sini.

Poin Utama
- Tarawih adalah sunnah mu'akkadah — sangat dianjurkan, bukan wajib
- Dilaksanakan setelah Isya, setiap malam selama Ramadan
- Jumlah rakaat bervariasi: 8, 11, atau 20 tergantung masjid dan mazhab
- 76% Muslim berencana shalat berjamaah di 2025 (vs 51% tahun 2022)
- Sah dilakukan di masjid maupun di rumah
- Shalat Witir selalu menutup setiap malam Tarawih
1. Apa Itu Shalat Tarawih?
Tarawih berasal dari kata Arab tarwîha (تَرْوِيحَة), yang berarti momen istirahat dan ketenangan. Selama Ramadan, shalat ini juga disebut qiyâm al-layl (قيام الليل) — secara harfiah berarti "berdiri dalam shalat di malam hari."
Ini adalah shalat sunnah mu'akkadah (سنة مؤكدة): sangat dianjurkan oleh Nabi ﷺ namun tidak wajib. Dilaksanakan setelah shalat Isya (العشاء), antara malam hari hingga fajar.
Janji Nabi ﷺ tentang Pahalanya
Nabi Muhammad ﷺ menggambarkan pahala shalat ini dengan sangat jelas:
"Barangsiapa mendirikan shalat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." — Sahih al-Bukhari, no. 2009; Sahih Muslim, no. 759
Janji ini adalah salah satu motivasi terbesar sepanjang Ramadan. Berlaku bagi siapa saja yang shalat dengan ikhlas, baik berjamaah maupun sendiri.
Sunnah Nabi ﷺ Sendiri
Nabi ﷺ sendiri pernah shalat Tarawih berjamaah di masjid. Ummul Mukminin Aisyah رضي الله عنها meriwayatkan:
Nabi ﷺ shalat suatu malam di masjid. Para sahabat ikut shalat bersamanya. Lalu beliau shalat lagi malam berikutnya, jamaah pun bertambah banyak. Malam ketiga, masjid penuh. Malam keempat, beliau tidak keluar. Pagi harinya beliau bersabda: "Aku melihat apa yang kalian lakukan. Tidak ada yang menghalangiku keluar kepada kalian selain aku khawatir shalat ini akan diwajibkan atas kalian." — Sahih al-Bukhari, no. 2012; Sahih Muslim, no. 761
Nabi ﷺ berhenti karena kasih sayang kepada umatnya. Beliau tidak ingin memberatkan mereka dengan kewajiban tambahan.

2. Berapa Rakaat Shalat Tarawih?
Ini pertanyaan yang paling sering diajukan — dan sumber perbedaan pendapat ulama yang sudah lama. Jawaban jujurnya: semua pendapat adalah sah dan diakui. Berikut dasar masing-masing pendapat.
Hadis Aisyah رضي الله عنها: 11 Rakaat
Aisyah رضي الله عنها meriwayatkan:
"Nabi ﷺ tidak pernah menambah lebih dari sebelas rakaat di malam hari — baik di Ramadan maupun di luar Ramadan." — Sahih al-Bukhari, no. 1147
Hadis ini menjadi dasar bagi yang melaksanakan 8 rakaat Tarawih + 3 rakaat Witir (total: 11).
Umar ibn al-Khattab رضي الله عنه: 20 Rakaat
Umar ibn al-Khattab رضي الله عنه, Khalifah kedua, menyatukan jamaah di belakang Ubayy ibn Ka'b untuk 20 rakaat Tarawih. Riwayat ini terdapat dalam Muwatta' Imam Malik, dan menjadi rujukan mazhab Maliki, Hanafi, dan Syafi'i.
Konteks Indonesia: NU vs Muhammadiyah
Di Indonesia, perbedaan ini sangat nyata dan sudah menjadi bagian dari identitas dua organisasi Islam terbesar:
| Organisasi | Jumlah Rakaat | Dasar |
|---|---|---|
| Nahdlatul Ulama (NU) | 20 rakaat + 3 Witir = 23 | Sunnah Umar, mazhab Syafi'i |
| Muhammadiyah | 8 rakaat + 3 Witir = 11 | Hadis Aisyah, Bukhari 1147 |
Keduanya sah dan diakui. Banyak keluarga Indonesia yang anggotanya mengikuti jumlah berbeda — dan ini adalah kekayaan khazanah Islam, bukan sumber perpecahan. Tidak perlu mempermasalahkan perbedaan ini. Yang penting adalah shalat dengan khusyuk dan ikhlas (إخلاص).
3. Bagaimana Malam Tarawih di Masjid?
Shalat Tarawih berjamaah di masjid adalah pengalaman spiritual yang unik. Berikut yang bisa Anda harapkan dalam satu malam biasa.
Sebelum Shalat
Shalat Isya (العشاء) dilaksanakan seperti biasa secara berjamaah. Di kebanyakan masjid, Tarawih dimulai segera setelahnya, atau setelah jeda singkat sekitar lima belas hingga dua puluh menit.
Susunan Rakaat
Tarawih dilaksanakan dua rakaat dua rakaat. Imam memimpin jamaah. Setelah setiap empat rakaat, ada jeda singkat — inilah makna asli kata tarwîha: momen istirahat.
Susunan untuk 20 rakaat:
- 2 rakaat × 10 = 20 rakaat Tarawih
- Jeda setelah setiap empat rakaat
- 3 rakaat Witir untuk menutup malam
Untuk masjid yang melaksanakan 8 rakaat:
- 2 rakaat × 4 = 8 rakaat Tarawih
- 3 rakaat Witir sebagai penutup
Bacaan Imam
Imam membaca ayat-ayat Al-Quran dengan suara keras. Durasi shalat berbeda di setiap masjid. Sebagian imam membaca dengan panjang — satu juz setiap malam. Yang lain memilih surah-surah pendek agar semua jamaah bisa mengikuti.

Suasana
Suasana malam Tarawih sungguh tak tertandingi. Shaf-shaf jamaah yang rapat, lantunan Al-Quran di keheningan malam, anak-anak yang pertama kali mengenal masjid — ini adalah salah satu momen paling indah sepanjang Ramadan.
4. Bolehkah Tarawih di Rumah?
Ya, tentu. Tarawih di rumah sepenuhnya sah. Nabi ﷺ sendiri pertama kali melaksanakannya di rumah sebelum praktik berjamaah di masjid meluas.
Kapan Lebih Baik Shalat di Rumah?
Ada beberapa situasi yang membuat shalat Tarawih di rumah lebih sesuai:
- Muslimah yang lebih memilih shalat di rumah
- Sakit atau kelelahan
- Masjid terlalu jauh
- Ada anak kecil yang perlu dijaga
- Ingin memperpanjang bacaan pribadi
Cara Melaksanakannya di Rumah
Tata caranya sama: dua rakaat dua rakaat, diakhiri Witir. Bacaan dibaca lirih (atau keras jika sendirian). Anda bisa mengikuti bacaan seorang qari melalui aplikasi atau internet untuk membantu tilawah Anda.
Bisa juga shalat berjamaah bersama keluarga, dengan salah satu anggota keluarga sebagai imam. Ini kesempatan indah untuk mempererat spiritualitas keluarga di bulan Ramadan.
5. Tarawih dan Tilawah Al-Quran
Salah satu keistimewaan terbesar Tarawih adalah hubungannya yang erat dengan Al-Quran. Di banyak masjid, imam membaca seluruh Al-Quran (الختمة — khatmah) sepanjang malam-malam Ramadan.
Khatam Al-Quran di Ramadan
Al-Quran terdiri dari 30 juz. Jika imam membaca 1 juz setiap malam, seluruh Al-Quran akan selesai dalam 30 malam — sesuai durasi Ramadan. Tradisi ini disebut Khatm al-Qur'an (ختم القرآن).
Bagi jamaah, mendengar seluruh Al-Quran dalam satu bulan adalah pengalaman spiritual yang sangat dalam. Seolah Kitab Suci dihadiahkan kembali dalam keseluruhannya.
Hafalan dan Tarawih
Banyak imam adalah huffaz (حفاظ) — mereka yang telah menghafal seluruh Al-Quran. Bacaan mereka di Tarawih sering kali sangat memukau dan mengharukan. Sebagian jamaah rela datang dari jauh hanya untuk mendengar seorang qari tertentu.
Jika Anda sedang menghafal Al-Quran, Tarawih adalah kesempatan luar biasa untuk memperkuat hafalan Anda dengan mengikuti bacaan imam.
6. Shalat Witir: Penutup Malam
Shalat Witir (وِتْر) menutup setiap malam Tarawih. Namanya berarti "ganjil" dalam bahasa Arab. Terdiri dari rakaat ganjil — biasanya 1, 3, atau 5 rakaat.
Mengapa Witir Penting?
Nabi ﷺ sangat memperhatikan shalat Witir. Beliau tidak pernah meninggalkannya, bahkan saat bepergian. Beliau bersabda:
"Sesungguhnya Allah itu Witir (ganjil) dan menyukai yang ganjil." — Sahih al-Bukhari, no. 6410
Witir adalah sunnah mu'akkadah menurut jumhur ulama, dan wajib menurut mazhab Hanafi.
Doa Qunut dalam Witir
Pada rakaat terakhir Witir, imam biasanya membaca Doa Qunut (دعاء القنوت), sebuah doa yang khusyuk dan penuh permohonan. Momen ini sering sangat mengharukan di masjid. Dengan tangan terangkat, imam berdoa kepada Allah ﷻ untuk seluruh umat Islam.
Waktu Witir
Witir dilakukan setelah Tarawih, sebelum waktu Subuh. Jika Anda shalat Tarawih berjamaah, Anda bisa mengikuti imam saat Witir. Jika shalat di rumah, pastikan Witir dilakukan sebelum tidur.
7. FAQ Shalat Tarawih
Apakah Tarawih wajib? Tidak. Tarawih adalah sunnah mu'akkadah — sangat dianjurkan tetapi tidak wajib. Meninggalkannya bukan dosa. Namun pahalanya sangat besar, dan meninggalkannya tanpa alasan secara terus-menerus dianggap sebagai kerugian spiritual.
Bolehkah bergabung Tarawih terlambat? Ya. Anda bisa bergabung dengan jamaah kapan saja selama shalat berlangsung. Jika tiba saat imam di rakaat keenam, lengkapi rakaat yang tertinggal sendiri setelah imam salam.
Apakah harus Tarawih setiap malam Ramadan? Sebaiknya ya. Namun setiap malam yang Anda kerjakan membawa pahalanya sendiri. Jika tidak bisa setiap malam, shalatlah semampunya. Tidak ada syarat kesinambungan untuk mendapat pahala setiap malam.
Bolehkah sebagian Tarawih di masjid, lanjut di rumah? Ya. Anda bisa shalat bersama imam di masjid, lalu pulang dan melanjutkan rakaat tambahan di rumah. Yang penting diakhiri dengan Witir.
Bolehkah wanita shalat Tarawih berjamaah? Ya. Perempuan bisa shalat Tarawih berjamaah di masjid, di tempat yang disediakan untuk mereka. Bisa juga di rumah, sendiri atau bersama keluarga. Keduanya sah dan berpahala. Sebagian ulama menganggap shalat di rumah lebih utama bagi perempuan, meski ini bukan aturan mutlak.
8. Rangkuman
Tarawih jauh lebih dari sekadar shalat tambahan. Setiap malam, ia mengundang Anda untuk semakin dekat kepada Allah ﷻ, menghayati Al-Quran, dan berbagi momen spiritual bersama komunitas. Baik di masjid maupun di rumah, dengan 8 atau 20 rakaat, yang terpenting adalah shalat dengan sepenuh hati.
Poin-poin utama:
- Apa itu: sunnah mu'akkadah setelah Isya, setiap malam Ramadan
- Pahalanya: ampunan dosa-dosa yang lalu bagi yang shalat dengan iman (Bukhari no. 2009)
- Jumlah rakaat: 8+3 atau 20+3 sesuai masjid — semua pendapat valid (di Indonesia: NU 23, Muhammadiyah 11)
- Di masjid: dua rakaat dua rakaat dengan jeda, dipimpin imam
- Di rumah: sepenuhnya sah, bersama keluarga atau sendiri
- Penutup: selalu akhiri dengan Witir (rakaat ganjil)
Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah kita dan memberikan keberkahan Lailatul Qadr.