
Azkar pagi (أذكار الصباح — adhkar as-sabah) adalah amalan wirid yang dibaca setelah shalat Subuh hingga matahari terbit sempurna. Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa mengucapkan 'Subhanallahi wa bihamdihi' seratus kali di pagi dan sore hari, maka tidak ada seorang pun yang datang pada Hari Kiamat dengan amalan yang lebih baik darinya — kecuali orang yang mengucapkan hal yang sama atau lebih banyak." (HR. Muslim no. 2692). Kalimat-kalimat ringkas namun penuh berkah ini adalah perisai rohani untuk setiap hari.
Poin Utama
- Azkar pagi dibaca setelah shalat Subuh, sebaiknya sebelum matahari terbit sempurna
- Merupakan wirid harian yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ dengan sanad sahih dari Bukhari, Muslim, dan lainnya
- Setiap azkar memiliki jumlah tertentu: ada yang sekali, ada yang tiga kali, ada yang seratus kali — jumlahnya bagian dari sunnah
- Ayat Kursi dan tiga Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) adalah benteng perlindungan yang kokoh
- Sayyidul Istighfar adalah penghulu istighfar — penting untuk memahami maknanya saat mengucapkannya
- Istiqamah setiap hari lebih bernilai dari banyak tapi jarang
- Aplikasi Muslim Expert menyediakan semua azkar pagi lengkap dengan teks Arab, transliterasi, dan tasbih digital
10 Azkar Pagi yang Perlu Diamalkan Setiap Hari
1. Ayat Kursi
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allahu la ilaha illa huwa al-hayyul qayyum, la ta'khudhuhu sinatun wa la nawm, lahu ma fi as-samawati wa ma fil-ard, man dhal-ladhi yashfa'u 'indahu illa bi-idhnih, ya'lamu ma bayna aydihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bi-shay'in min 'ilmihi illa bima sha', wasi'a kursiyyuhus-samawati wal-ard, wa la ya'uduhu hifzuhuma, wa huwal-'aliyyul-'azim.
Terjemahan: "Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi..." (QS. Al-Baqarah: 255)
Sumber: QS. Al-Baqarah: 255. Dibaca setiap selesai shalat wajib — HR. Nasa'i, dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah Shahihah no. 972.
Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian. (HR. Nasa'i, Silsilah Shahihah no. 972)
2. Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas — Tiga Qul (×3)
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ...
Qul huwa Allahu ahad, Allahu as-samad, lam yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ...
Qul a'udhu bi-rabb il-falaq, min sharri ma khalaq, wa min sharri ghasiqin idha waqab, wa min sharrin-naffathati fil-'uqad, wa min sharri hasidin idha hasad.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ...
Qul a'udhu bi-rabb in-nas, maliki-n-nas, ilahi-n-nas, min sharril waswasil khannas, alladhi yuwaswisu fi sudurin-nas, minal-jinnati wan-nas.
Terjemahan: Surah Al-Ikhlas (112), Al-Falaq (113), dan An-Nas (114) — dibaca tiga kali setiap pagi dan sore.
Sumber: HR. Abu Dawud no. 5082, Tirmidzi no. 3575 (hadis sahih).
Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Keduanya cukup bagimu dari segala sesuatu." Ketiganya melindungi dari sihir (sihr), 'ain (tatapan jahat), dan gangguan jin.
3. Dzikir Pagi — "Ashbahna"
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Asbahna wa asbahal mulku lillah, wal-hamdu lillah, la ilaha illallahu wahdahu la sharika lah, lahul-mulku wa lahul-hamd, wa huwa 'ala kulli shay'in qadir.
Terjemahan: "Kami memasuki pagi hari dan segala kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Sumber: HR. Muslim no. 2720, Abu Dawud no. 5077.
Keutamaan: Dzikir ini adalah pembuka hari dengan pengakuan atas kekuasaan Allah. Ia mengandung tawakkul (tawakal kepada Allah) dan rasa syukur sejak awal pagi.
4. Sayyidul Istighfar — Penghulu Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta rabbi la ilaha illa ant, khalaqtani wa ana 'abduk, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika masta-ta't, a'udhu bika min sharri ma sana't, abu'u laka bi-ni'matika 'alayya wa abu'u bi-dhanbi faghfir li, fa-innahu la yaghfiru adh-dhunuba illa ant.
Terjemahan: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji dan ikrar-Mu semampu aku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."
Sumber: HR. Bukhari no. 6306.
Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa membacanya di pagi hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum petang, maka ia termasuk ahli surga." (HR. Bukhari no. 6306)
5. Subhanallahi wa Bihamdihi (×100)
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhana Allahi wa bihamdihi.
Terjemahan: "Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya."
Sumber: HR. Muslim no. 2692, Bukhari no. 6694.
Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa membaca 'Subhanallahi wa bihamdihi' seratus kali di pagi dan sore hari, tidak ada seorang pun yang datang pada Hari Kiamat dengan amalan yang lebih baik darinya." (HR. Muslim no. 2692). Kalimat ini ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman (HR. Bukhari no. 6694).

6. Berlindung dengan Kalimat Allah yang Sempurna (×3)
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A'udhu bi-kalimatillahi at-tammati min sharri ma khalaq.
Terjemahan: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang Dia ciptakan."
Sumber: HR. Muslim no. 2709, Tirmidzi no. 3604.
Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa mengucapkannya tiga kali di sore hari, tidak ada sesuatu yang berbisa yang dapat membahayakannya malam itu." (HR. Muslim no. 2709). Perlindungan yang sama berlaku di pagi hari.
7. Perlindungan dengan Nama Allah (×3)
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahil-ladhi la yadurru ma'a ismihi shay'un fil-ardi wa la fis-sama'i, wa huwas-sami'ul-'alim.
Terjemahan: "Dengan nama Allah yang bila disebut nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang dapat memberikan mudarat. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Sumber: HR. Abu Dawud no. 5088, Tirmidzi no. 3388 (hadis sahih).
Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa mengucapkannya tiga kali di pagi hari dan tiga kali di sore hari, tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakannya." (HR. Abu Dawud no. 5088).
8. Ridha dengan Allah, Islam, dan Muhammad ﷺ (×3)
رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Raditu billahi rabban, wa bil-Islami dinan, wa bi-Muhammadin sallallahu 'alayhi wa sallam nabiyyan.
Terjemahan: "Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai nabiku."
Sumber: HR. Abu Dawud no. 5072, Tirmidzi no. 3389, Nasa'i (disahihkan).
Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa mengucapkannya tiga kali di pagi dan sore hari, maka Allah berkewajiban untuk meridhainya pada Hari Kiamat." (HR. Ibnu Majah no. 3870). Ini adalah pembaruan ikrar iman setiap pagi.
9. Persaksian Tauhid kepada Allah (×4)
اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ، وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلَائِكَتَكَ، وَجَمِيعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ
Allahumma inni asbahtu ush-hiduka, wa ush-hidu hamalata 'arshik, wa mala'ikatak, wa jami'a khalqik, annaka antallahu la ilaha illa ant, wahdaka la sharika lak, wa anna Muhammadan 'abduka wa rasuluk.
Terjemahan: "Ya Allah, di pagi ini aku bersaksi kepada-Mu, dan aku bersaksi kepada para pembawa Arsy-Mu, para malaikat-Mu, dan seluruh makhluk-Mu, bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada tuhan selain Engkau, semata, tiada sekutu bagi-Mu, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu."
Sumber: HR. Abu Dawud no. 5069 (hadis sahih).
Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa mengucapkannya empat kali di pagi hari, Allah akan membebaskan seperempat dirinya dari api neraka untuk setiap kalinya." (HR. Abu Dawud no. 5069). Bila diucapkan empat kali, ia bebas sepenuhnya dari neraka pada hari itu.
10. Doa Memohon Keselamatan Tubuh dan Indera (×3)
اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma 'afini fi badani, Allahumma 'afini fi sam'i, Allahumma 'afini fi basari, la ilaha illa ant.
Terjemahan: "Ya Allah, berikanlah aku kesehatan pada tubuhku. Ya Allah, berikanlah aku kesehatan pada pendengaranku. Ya Allah, berikanlah aku kesehatan pada penglihatanku. Tidak ada tuhan selain Engkau."
Sumber: HR. Abu Dawud no. 5090 (hadis sahih, dibaca pagi dan sore).
Keutamaan: Doa ini mencakup dimensi-dimensi kesehatan fisik yang paling pokok. Ia merupakan pengakuan bahwa kesehatan adalah nikmat Allah yang harus disyukuri dan dimohon kelangsungannya. Dibaca tiga kali di pagi hari dan tiga kali di sore hari.

Cara Menyusun Wirid Pagi Anda
Berikut urutan praktis membaca azkar ini setelah shalat Subuh:
- Ayat Kursi — 1 kali (setiap selesai shalat wajib)
- Al-Ikhlas + Al-Falaq + An-Nas — masing-masing 3 kali
- Asbahna wa asbahal mulku lillah — 1 kali
- Sayyidul Istighfar — 1 kali (dengan kehadiran hati)
- Allahumma inni asbahtu ush-hiduka — 4 kali
- Raditu billahi rabban... — 3 kali
- Bismillahil-ladhi la yadurru... — 3 kali
- A'udhu bi-kalimatillahi at-tammati... — 3 kali
- Allahumma 'afini fi badani... — 3 kali
- Subhanallahi wa bihamdihi — 100 kali (gunakan tasbih untuk menghitung)
Total waktu sekitar 10 hingga 15 menit. Aplikasi Muslim Expert menampilkan azkar ini secara berurutan dengan tasbih digital bawaan untuk memudahkan hitungan.
FAQ — Pertanyaan Umum Seputar Azkar Pagi
Kapan tepatnya azkar pagi dibaca?
Azkar pagi (adhkar as-sabah) dibaca setelah shalat Subuh hingga matahari terbit sempurna. Sebagian ulama memperluas waktunya hingga masuk waktu Dhuha. Yang terpenting adalah membacanya di paruh pertama hari. Jika terlupa, bacalah saat teringat, namun idealnya langsung setelah shalat Subuh dalam ketenangan pagi hari.
Apakah harus berwudhu untuk membaca azkar pagi?
Wudhu bukan syarat wajib untuk membaca azkar pagi. Ini adalah dzikir, bukan shalat ritual. Anda boleh membacanya tanpa berwudhu. Namun, dalam keadaan suci akan menambah kekhusyukan dan kehadiran hati. Ini terutama berlaku saat membaca Ayat Kursi atau surah-surah Al-Qur'an.
Bolehkah membaca azkar pagi dalam bahasa Indonesia jika belum lancar bahasa Arab?
Lebih utama membaca azkar dalam bahasa Arab karena itulah bahasa yang diwariskan Rasulullah ﷺ. Namun memahami maknanya sama pentingnya. Bacalah terjemahannya terlebih dahulu agar Anda tahu apa yang sedang diucapkan, lalu baca dalam bahasa Arab. Dengan latihan rutin, lafaz Arab akan terasa natural. Yang paling penting adalah kehadiran hati (khusyu').
Bagaimana jika saya melewatkan azkar pagi?
Jika melewatkan azkar pagi, bacalah segera saat teringat, selama masih dalam paruh pertama hari. Jika hari sudah beranjak siang, sebagian ulama menyarankan untuk tidak mengqadhanya dan cukup memulai azkar sore pada waktunya. Yang penting adalah kembali beristiqamah keesokan harinya. Konsistensi (mudawamah) lebih bernilai dari kepenuhan yang sesekali.
Semoga azkar ini menjadi pelindung, ketenangan, dan jalan mendekat kepada Allah bagi kita semua. Barakallahu fikum.